Lestarii

Rabu, 29 Juni 2022

Eksistensi Pecinta Alam (Existence of Environmentalist)

 Existence of Environmentalist

Pada zaman kini, eksistensi pecinta alam sebagai kumpulan orang yang memiliki “visi kerakyatan” mulai dipertanyakan. Mungkin bagi sebagian orang, Mapala nampaknya tidak identik dengan orang yang memiliki jiwa nasionalisme. Mapala hanya terlihat memprioritaskan kegiatan petualangannya. Mereka berlomba-lomba memperoleh “prestise” atau kebanggaan bagi nama organisasi, dengan mendaki gunung yang tertinggi, menelusuri gua yang terdalam, memanjat tebing yang terjal dan mengarungi sungai yang ekstrem. Wajar bila ada orang yang menilai bahwa Mapala sangat nyaman dengan kegiatan olahraga petualangannya.


Dalam Etika Lingkungan Hidup Universal disebutkan yaitu: “Take nothing but picture, leave nothing but footprint, kill nothing but time.” Yang artinya, tidak mengambil apapun kecuali gambar, tidak meninggalkan apapun kecuali jejak kaki dan tidak membunuh apapun kecuali waktu. Dalam Kode Etik Pecinta Alam Indonesia, disebutkan yaitu: Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, Pecinta Alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kami kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air, Pecinta alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam sebagai makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Sesuai dengan hakekat diatas, maka kami dengan kesadaran menyatakan : (1) Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya, (3) Mengabdi kepada bangsa dan tanah air, (4) Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitarnya serta menghargai manusia dengan kerabatnya, (5) Berusaha mempererat tali persaudaraan antar pecinta alam sesuai azas pecinta alam, (6) Berusaha saling membantu serta saling menghargai pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan tanah air, (7) Selesai.


Berdasarkan Kode Etik Pecinta Alam dan terbitnya Surat Keputusan NKK, maka terjadi pergeseran sikap wujud nasionalisme Mapala. Dengan adanya NKK, perkumpulan mahasiswa termasuk organisasi Mapala tidak boleh terlibat dalam dunia politik. Dengan kode etik pecinta alam maka timbul suatu kesadaran untuk menjadikan Pecinta Alam sebagai aktivitas yang beretika, cerdas, manusiawi/humanis, pro-ekologis, patriotisme dan anti-rasial. Kegiatan Mapala saat ini, seperti olahraga petualangan, konservasi penyelamatan lingkungan dan mitigasi bencana masih dalam koridor kode etik pecinta alam.


Awalnya pecinta alam sangat identik dengan naik gunung. Seiring berkembangnya kegiatan kepecintaalaman serta kemampuan dasar yang dimiliki Mapala, organisasi Mapala terlibat langsung menjadi relawan dalam berbagai jenis bencana. Setelah itu, Mapala harus dibekali materi mitigasi bencana seperti pengetahuan dan aplikasi manajemen bencana agar keterampilan di lapangan meningkat. Peran organisasi Mapala adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota, seperti mengadakan materi manajemen risiko bencana bekerja sama dengan Basarnas dan Pemerintah Daerah setempat.


Berdasarkan kajian, sampai saat ini Mapala terbukti memiliki jiwa nasionalisme. Keberadaan Mapala yang menyebar di seluruh nusantara, seharusnya menjadi bibit potensial untuk menciptaan pesatuan dan kesatuan di kalangan generasi muda saat ini dan pada waktu mendatang. Mapala adalah orang yang sehat dan berjiwa bebas karena terbiasa mengeksplor dirinya dalam suasana alam bebas. Namun, kebebasan ini membutuhkan wadah yang tepat agar tidak menjadi anarkis. Hal ini merupakan tugas Institusi Kampus dan pemerintah untuk memfasilitasi dan mengawasi sepak terjang organisasi Mapala. Mapala mengekspresikan Belajar, Meneliti, dan Mengabdi (BMM) kepada bangsa dan tanah air, yang termaktub dalam Tri Dharma perguruan tinggi, dengan penyelamatan lingkungan hidup, menjadi relawan (mitigasi bencana), dan berprestasi dalam olahraga petualangan


Untuk informasi lebih lanjut mengenai pecinta alam, bisa diakses melalui channel youtube Rimbapala Kehutanan USU. Terima kasih

Penulis: Jesica Simanjuntak (Kutam)

Editor: Putri Armenia Urelia (Mrende)

Minggu, 05 Juni 2022

MITIGASI KONFLIK MANUSIA VS SATWA LIAR (Pongo tapanuliensis)

 

Mitigasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah tindakan mengurangi dampak bencana. Sedasngkan konflik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah percekcokan, perselisihan, dan pertentangan. Konflik berasal dari kata kerja latin ‘configere’ yang artinya saling memukul.

Satwa liar yang sering berkonflik diantaranya adalah Orangutan. Konflik terjadi sebagai bentuk akibat beberapa faktor, peralihan lahan hutan menjadi kebun dan pemukiman maupun eksploitasi berlebihan terhadap sumber pakan satwa liar di alam

 A. Orangutan Sumatera

Orangutan sumatera (Pongo tapanuliensis) adalah spesies orangutan terlangka. Orangutan sumatra hidup dan endemik di Sumatra, sebuah pulau yang terletak di Indonesia. Tubuh mereka lebih kecil daripada orangutan kalimantan. Orangutan sumatra memiliki tinggi sekitar 4,6 kaki dan berat 200 pon. Hewan betina berukuran lebih kecil, dengan tinggi 3 kaki dan berat 100 pon. Lanskap Batangtoru secara administratif meliputi tiga kabupaten, yaitu tapanuli utara, tengah, dan selatan. Hutan diperkirakan sekitar 140.535 ha,yang meliputi hutan lindung (51,5%), cagar alam (6,2%), hutan produksi (5,3%), kawasan pemanfaatan lainnya.

B. Penyebab Konflik Serta Perburuan Satwa Liar 

Perburuan Orangutan yang sulit dihentikan dan diburu untuk diperdagangkan secara ilegal dan dijadikan hewan peliharaan sehingga Populasi mereka terancam punah. Orangutan tapanuli diperkirakan tersisa 577-760 individu dan hanya ditemukan di lanskap batangtoru. 

1. Penggunaan Lahan 

Masyarakat Tapanuli seperti desa luat lombang dan rambassiasur memanfaatkan Lanskap Batangtoru sebagai lahan pertanian dan pemukiman sampai sebatas cagar alam. Fungsi hutan dataran rendah berubah menjadi kawasan pemukiman, pertanian, dan kebun masyarakat. Perusakan habitat terjadi secara masif hingga ketersediaan jelajah, sumber pakan, dan pohon bersarang di hutan dataran rendah terbatas. Fenomena ini menyebabkan Orangutan pindah ke habitat yang lebih aman untuk menghindari perburuan dan konflik. 

2. Kerusakan hutan oleh Manusia 

Pertumbuhan penduduk menyebabkan perluasan pembukaan lahan dan peningkatan penebangan hutan seperti rotan, lateks, dan buah-buahan menyebabkan kerusakan hutan sehingga orangutan akan lebih sulit untuk menemukan pohon sarang karena akan menghadapi konflik atau diburu oleh manusia

C. Kerugian Yang Diderita/Dialami Satwa  

Orangutan dianggap sebagai hama, dan karenanya diburu oleh manusia. Di beberapa desa di lanskap batangtoru, orangutan yang memasuki ladang masyarakat diusir dan dibunuh karena konflik dengan manusia. 

Manusia  

1.      Orangutan sering mengunjungi buffer zone sebagai lahan yang dikelola oleh masyarakat, terutama di desa-desa sekitar seperti Dolok Sibual-buali. Orangutan sering datang ke lahan masyarakat selama musim durian untuk mencari makan. Orangutan  juga merusak dan memakan tanaman, seperti durian (durio zibethinus murray), petai (parkia speciosa hassk), dan aren (arenga pinnata merr). 

2.      Terdapat beberapa Orangutan membuat sarang di pohon durian di Desa Aek Batang Paya sehingga mengganggu aktivitas penduduk. 

D. Mitigasi Yang Dilakukan Serta Strategi jangka panjang 

            Program yang dilakukan adalah restorasi habitat, pembuatan penghalang, perlindungan  tanaman, pembangunan koridor, penegakan hukum, dan pembangunan ekonomi desa. Di sisi lain, pengayaan pohon sarang dan pakan alami di hutan produksi yang berbatasan dengan hutan konservasi terus ditingkatkan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di kabupaten Tapanuli Selatan. 

- Sedangkan Strategi jangka pendek 

Program yang dibutuhkan adalah pemberian kompensasi berupa hal yang dapat meningkatkan hasil dalam sistem agroforestri dengan jaminan dari masyarakat untuk menyerahkan tanamannya sebagai pohon makanan dan sarang Orangutan. 

Kompensasi yang diberikan kepada masyarakat dapat berupa: (i) bibit tanaman yang tidak dikonsumsi oleh orangutan, seperti kopi, kakao, dan salak, (ii) tanaman pupuk untuk meningkatkan produktivitas tanaman, (iii) mesin untuk membajak sawah dan lahan pertanian , (iv) pengetahuan dan penyuluhan untuk mengoptimalkan hasil panen, dan (v) pengembangan sumber ekonomi alternatif lainnya, seperti ekowisata desa dan perikanan. 


Demikianlah informasi mengenai mitigasi konflik manusia dan satwa liar, untuk informasi lainnya bisa anda temukan pada website blog Rimbapala Kehutanan USU.


Penulis: Marolop Febrianto Purba (Artok)

Editor: Putri Armenia Urelia (Mrende)


Kamis, 17 Februari 2022

Ekspedisi Sekret Rimbapala Bara Sukma

 Kegiatan Ekspedisi Sekret Mahasiswa Pecinta Alam Sumatera Utara

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan, menjalin tali persaudaraan se MAPALA- SU untuk Anggota Muda RIMBAPALA Kehutanan USU.


















Jumat, 17 April 2020

Ekspedisi 2 Pilar Rimbapala Kehutanan USU

Unit Kegiatan Mahasiswa atau yang selanjutnya disebut dengan UKM, yang khususnya UKM mahasiswa pencinta alam yang selanjutnya disebut MAPALA adalah salah satu UKM yang lebih berbidang kepada kegiatan alam bebas sehingga diperlukan bibit yang mempunyai semangat, mental, jiwa dan rohani yang kuat. Oleh karena itu perlulah suatu wadah yang dapat mendidik mahasiswa untuk menjadi mahasiswa yang mampu bersaing dan sportif dalam setiap kegiatan dan kehidupan sehari-hari terutama dilingkungan kampus.
Rimbapala adalah singkatan dari Rimbawan Pecinta Alam yang berlokasi di Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara.  Rimbapala didirikan pada hari Minggu, 23 September 2012 di Sikulikap, Kabupaten Karo, Sumatera Utara dan didirikan oleh Ricky Johan Silalahi dan Septian Gultom. Rimbapala Kehutanan USU merupakan salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) bergerak dalam bidang konservasi, kegiatan alam bebas dan sosial serta melindungi keberlangsungan kehidupan alam serta lingkungan. Rimbapala memiliki 3 (tiga) divisi yaitu, divisi Gunung Rimba (GR), divisi Lingkungan Hidup (LH), dan divisi trees climbing (TC). Dari ketiga divisi tersebut Ekspedisi 2 pilar merupakan salah satu program kerja yang disusun pada periode 2019-2020. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Februari  - 01 Maret 2020 di Desa Bukum, Ketaruman, Puncak Botak dan Simpulen Angin.
            Malam itu (Jumat, 28 Februari 2020) kami tiba di Desa Bukum tapi belum sampai pada areal camp dan cuaca sangat tidak bersahabat hingga kami memutuskan untuk bermalam di  jambur Desa Bukum. Sesampainya disana kami langsung melakukan evaluasi dan briefing untuk kelancaran kegiatan esok hari. Banyak hal yang dibahas pada saat itu bak diskusi senja padahal hari sudah tak lagi senja, saran yang bersifat membangun pun tak luput dari briefing malam itu. Briefing pun selesai, tak ada jeda rasanya untuk kami berleha langsung kami mengambil posisi tidur senyaman mungkin untuk mengistirahatkan tubuh dan mengisi tenaga untuk esok hari.
          Cepat rasanya malam berlalu, pagi sudah menghampiri saja. Hari ini (Sabtu, 29 Februari 2020), sesuai rundown yang sudah disusun kami akan melakukan ekpedisi ke pilar pertama yaitu Pilar Ketaruman. Tapi sebagai manusia kita tidak boleh melupakan ibadah apapun kesibukan kita ya, semua peserta ekspedisi 2 pilar diwajibkan melaksanakan ibadah menurut kepercayaannya masing-masing selepas itu kami semua sarapan. Sebelum perjalanan hari ini dimulai merilexkan badan boleh juga, jadilah kami senam pagi itu dengan semangat. Sebelum kami berpamitan dengan Kepala Desa Bukum kami tidak lupa untuk membersihkan pekarangan jambur tempat kami bermalam.


Berpamitan dengan Kepala Desa Bukum


          Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB kami langsung melakukan perjalanan ke Pilar Ketaruman yang memakan waktu sekitar 2 jam. Selama perjalanan kami juga mengidentifikasi tumbuhan dan satwa yang belum kami ketahui jenisnya serta mengambil gambarnya menggunakan aplikasi open camera. Adapun tumbuhan dan satwa yang kami dapat yaitu Volvariella volvacea, Athyrum filix- femina, Virola melinonii, Piper sarmentosum, dan lalat hutan. Perjalanan kami  tidak terasa melelahkan karena dihadapan kami terbentang persawahan yang cukup panjang, pemandangan asri nan sejuk yang tidak kami dapatkan selama di kota. Tetapi perjalanan kami juga melewati sebuah sungai dengan jalur yang cukup menantang, dan untuk melewati sungai tersebut kami harus melintasi sebuah jembatan yang hanya terbuat dari 2 buah bambu. Hingga pada pukul 10.00 WIB perjalanan kami sampai di simpang  pilar Ketaruman. Lokasi Pilar Ketaruman tidak luas, jadi untuk mengambil dokumentasi dilakukan secara bergantian setiap kelompok.

Jalur Sungai
Pilar Ketaruman

Pada pukul 11.20-12.35 WIB kami kembali ke Desa Bukum untuk Ishoma dan mempersiapkan energi untuk tracking lagi ke Puncak Botak. Dan pukul 14.00-17.50 WIB kami tracking dari Desa Bukum ke Puncak Botak. Sesampainya di Puncak Botak kami langsung mendirikan tenda dan mempersiapkan makan malam. Malam harinya sudah disiapkan api unggun untuk menamani dan memperindah malam minggu kami yang akan melakukan malam kreatifitas yang bertujuan untuk meningkatkan kekompokan dan menggali bakat terpendam dari anggota Rimbapala yang ikut dalam ekspedisi 2 pilar. Tapi sayangnya hal tersebut tidak berjalan lancar karena karna cuaca yang tidak mendukung hingga akhirnya kamipun istrahat untuk memulihkan tenaga, tetapi sebelumnya kami melakukan briefing seperti biasanya.
           Setelah malam minggu kami gagal, hari ini (Minggu, 01 Maret 2020) kegiatan kami harus berjalan lancar.  Pukul 08.25 WIB setelah semua persiapan selesai kami melakukan tracking dari Puncak Botak ke Simpulen Angin. Selama tracking kali ini kami juga melakukan identifikasi tumbuhan dan satwa yang belum kami ketahui dan ada juga yang sudah kami ketahui. Kami mendapat beberapa tumbuhan dan satwa yaitu Calamus filipendulus roxb, Aspidistra rlorida, Phalaenosis amabilis, Smilax leucophylla, Colocasia esculenta, Ryania speciosa, Miconia centrodesima, dan Julus sp. Perjalanan yang kami tempuh sekitar 2 jam untuk sampai ke pilar Simpulen Angin. Tetapi kali ini jalur yang kami lalui tidaklah mudah apalagi dengan jumlah orang yang bisa dikatakan banyak. Jalur yang menanjak rasanya menguras habis tenaga kami, bukan sekali atau dua kali kami menemukan jalur yang begitu bahkan seperti asupan dalam ekspedisi yang terus-terusan kami temui. Perjalanan yang cukup sulit dapat kami lewati hingga pada pukul 10.34 WIB kami sampai di pilar Simpulen Angin. Lokasi pilar Simpulen Angin cukup luas, berbeda dengan pilar Ketaruman, sehingga dapat dengan leluasa mengambil dokumentasi  di pilar ini tanpa harus bergantian. 

Pilar Simpulen Angin

Perjalanan belum usai, pukul 10.58 WIB kami harus turun dari pilar Simpulan Angin dan sampai di Timbangan waktu sudah menunjukkan pukul 11.51 WIB, sudah cukup tepat rasanya untuk mengisi perut kami kembali, semua bahu-membahu menyiapkan makan siang dan juga membersihkan diri masing-masing hingga tepat pukul 14.13 WIB kami melakukan upacara penutupan Ekspedisi 2 Pilar Rimbapala dan 14.27 WIB kegiatan Ekspedisi 2 Pilar Rimbapala Resmi ditutup. Kegiatan ekspedisi 2 pilar berjalanan lancar dan sukses, kami kembali dan sampai di Medan dengan selamat dan dalam keadaan sehat dan waktu sudah menunjukkan pukul 16.15 WIB.
Untuk melihat hasil identifikasi tumbuhan dan hewan yang kami temukan selama ekspedisi  2 pilar bisa klik link ini
https://drive.google.com/file/d/1g7CHA18aR3vERBpA4fGBpZlfJC9zndX9/view?usp=sharing 
Demikian cerita perjalanan Ekspedisi 2 Pilar Rimbapala Kehutanan USU, kiranya bermanfaat bagi pembaca. Salam persaudaraan, salam LESTARI!!!




x


Kamis, 11 Juli 2019

Ekspedisi Sekret Rimbapala Hujan Harapan


1.        GEMPALS-PTKI
GEMPALS merupakan salah satu MAPALA yang terletak di Provinsi Sumatera Utara kota Medan di bawah naungan Kampus PTKI (Politeknik Teknologi Kimia Industri). GEMPALS (Generasi Mahasiswa Pecinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup) berdiri sejak tanggal 5 Oktober 2002 yang didirikan oleh 6 orang mahasiswa PTKI stambuk 1999 dan hingga saat ini masih tetap aktif sebagai salah satu UKM di Kampus PTKI dan sebagai wadah untuk meningkatkan skill di outdoor dan peningkatan mahasiswa yang berintelektual.
Saat ini, GEMPALS diketuai oleh Abangda Zendswi O Pardede (Sekatang), dengan sekretarisnya adalah Abangda Michael P Marpaung (Jubah) dan bendaharanya Abangda Braja Pandiangan (Tungis). Mereka semua adalah BPH (Badan Pengurus Harian) GEMPALS PTKI periode 2018/2019. Selamat buat Abangda dan semangat buat mandat dan tanggung jawab yang diemban.
Saudara/saudari di GEMPALS cukup ramah, terbuka dan memiliki selera humor yang baik, walaupun awalnya kelihatan cukup seram namun hatinya tetap baik hehe ^ ^. Namun untuk saat ini sesuai curahan hati saudara / saudari di GEMPALS mereka tidak memiliki sosok perempuan sebagai anggota aktif di GEMPALS. Mereka merindukan sosok tersebut dan akan sangat menghargainya dan selalu di muliakan selayaknya raja yang mencintai ratunya, ibu menyayangi anaknya, dan Tuhan mengasishi hamba-Nya. Mereka sangat merindukan sosok seperti itu, sosok seorang ibu. Namun hingga DIKLATSAR calon Anggota Muda GEMPALS 2019, terlahirlah sosok yang dirindukan tersebut. Semoga saudari kita dapat menjadi sosok ibu yang dirindukan oleh GEMPALS. Selamat juga karena akan menjadi sosok yang sangat di muliakan dan di hargai GEMPALS.
DIKLATSAR calon Anggota Muda dilaksanakan pada 29 April-02 Mei 2019. Dimana dilantiklah 4 orang, 3 laki-laki dan 1 perempuan sebagai saudara bagi GEMPALS. Anggota Muda GEMPALS yang baru dilantik ini merupakan angkatan ke-18 generasi tetra pendidikan. Selamat buat Anggota Muda GEMPALS yang baru dilantik, semangat untuk selalu mengabdikan diri dan dapat menjadi jiwa-jiwa yang berintelektual sesuai dengan visi MAPALA GEMPALS dan semangat buat tugas dan tanggungjawab yang sebenarnya baru akan di mulai. SEMANGAT DI TAHAP AWAL KITA INI SEBAGAI ANGGOTA MUDA.
2.        MAPALA STIP-AP
            MAPALA STIP-AP merupakan MAPALA di Sumatera Utara, tepatnya terletak di kota Medan di bawah naungan STIP-AP (Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan). MAPALA STIP-AP ini berdiri tahun 2005. Yang berarti MAPALA ini sudah 14 tahun aktif dan berkarya baik bagi diri sendiri, bagi organisasi, maupun bagi masyarakat dan alam.
            MAPALA ini, saat ini memiliki BPH (Badan Pengurus Harian) untuk periode 2018/2019 yaitu sebagai berikut:
·   Imam Muchlas Harahap (Ubat) sebagai Ketua Umum
·   Jefri Syahmadan Marpaung (Kanglu) sebagai Wakil Ketua Umum
·   Ismail Mukti (Mager) sebagai Sekjen
·   Roberto D. C Carlos Gultom (Secu) sebagai Bendahara Umum
·   Juni Manik (WK) sebagai Kepala Bidang Logistik
·   Yoskepin Batubara (Matampa) dan Hendy Candra Nababan (Mudik) sebagai Kepala Bidang Hutan Gunung.
Selamat buat Abangda dan Kakanda sebagai BPH dan semangat semoga amanah dalam menjalankan segala tugas dan tanggung jawabnya
            DIKLATSAR calon Anggota Muda MAPALA STIP-AP dilakukan pada bulan Februari 2019 dimana saat DIKLATSAR dilahirkan angkatan ke-14 yaitu jiwa-jiwa muda kader konservasi dengan jumlah 1 orang yaitu saudara kita Lamhot (Pemti). Selamat buat saudara kita Lamhot (Pemti) karena telah berjuang seorang diri dan tetap semangat buat saudara untuk melaksanakan tugas baru yang engkau pilih sendiri. Tetap semangat juga buat saudara kita Anggota Muda MAPALA STIP-AP walaupun engkau sendiri tetapi engkau tidak benar-benar sendiri banyak jiwa yang sangat membutuhkanmu dan mendukungmu. Jangan putus asa karena sendiri tidaklah menjadi alasan yang pantas untuk menyerah. SEMOGA KITA MENJADI AGEN YANG MEMBAWA PERUBAHAN YANG BAIK BAGI ORANG LAIN. SALAM LESTARI!!!
3.        PALAVA-UNIVA AL-WASHILIYAH
            PALAVA UNIVA AL-WASHILIYAH adalah salah satu MAPALA di Provinsi Sumatera Utara Kota Medan. Palava adalah MAPALA di bawah naungan kampus UNIVA Al-Washiliyah yang terletak di Jl. Sisingamangaraja XII. PALAVA berdiri pada tahun 2003 namun sempat vakum beberapa tahun hingga sekarang terdapat 5 angkatan dan akan segera dilakukan DIKLATSAR untuk angkatan 6.  Divisa di PALAVA ada 2 yaitu divisi olahraga dan divisi konservasi. Dan yang menjadi kepala divisi ini dalah Abangda Dayak.
            PALAVA pada periode 2018/2019 memiliki BPH (Badan Pengurus Harian) yaitu sebagai berikut:
·      Abangda Debu sebagai Ketua Umum
·      Abangda Desu sebagai Wakil Ketua Umum
·      Kakanda Momo sebagai Sekretaris
·      Abanagda Dese sebagai Bendahara Umum
Semangat kakanda dan abangda dan semoga amanah dalam menjalankan tugas-tugas dan tanggung jawabnya.
            PALAVA saat ini sedang melakukan ORDAS (Orientasi Dasar) untuk para CAANG (Calon Anggota) muda PALAVA dan pada awal bulan Mei akan dilakukan DIKLATSAR untuk menjadi Anggota Muda PALAVA. DIKLATSAR ini juga merupakan salah satu Program Kerja PALAVA yang paling dekat yang akan dilakukan. DIKLATSAR ini akan menghasilkan anggota baru dan anggota baru tersebut merupakan angkatan ke VI di PALAVA. Salah satu tempat untuk mereka DIKLATSAR adalah gunung Barus dan akan dilaksanakan selama 4 hari. Tetap semangat buat calon Anggota Muda PALAVA…SALAM LESTARI
4.        GEMATALAS FMIPA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
            GEMATALAS merupakan salah satu MAPALA di kawasan Universitas Sumatera Utara di kota Medan. GEMATALAS memiliki kepanjangan Generasi Mahasiswa Pecinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup. GEMATALAS merupakan MAPALA di USU yang terkhusus bagi Fakultas Matematika dan IPA. GEMATALAS berdiri sejak tahun 2015 dimana pendirinya ialah abangda Ciku.
            Saat ini BPH untuk GEMATALAS sedang kosong Karen saat ini GEMATALAS sedang dalam masa Muber (Musyawarah Besar). Untuk periode 2017/2018 yang menjadi Ketua Umum nya adalah kakanda Mia Debora (Tumot). Gematalas telah mengadakan DIKLATSAR calon Anggota Muda dimana dilahirkanlah angkatan ke IV yang dilakukan pada tanggal 7-11 Desember 2018 selama 5 hari dengan jumlah anggota baru 11 orang. Selamatttt dan LESTARI!
5.        HIMAPALA AMIK MBP
            HIMAPALA adalah salah satu MAPALA di Kota Medan di bawah naungan Kampus AMIK MBP yang berlokasi di Padang Bulan. HIMAPALA merupakan singkatan dari Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam. HIMAPALA berdiri sejak tahun 2013. HIMAPALA sebenarnya sudah berdiri sejak lama dengan nama KELOPAK namun karena sempat vakum kemudian didirikan kembali dengan nama baru yaitu HIMAPALA tahun 2013.
            HIMAPALA saat ini tidak memiliki jumlah anggota aktif yang cukup sehingga BPH tidak berjalan lancar karena kebanyakan telah tamat kuliah dari Kampus. Namun untuk mengatur keseharian HIMAPALA terdapat Abangda Lantah sebagai pengatur dan pengurus semuanya karena saat ini hanya Abangda Lantah sendirilah yang aktif.
            HIMAPALA telah melaksanakan DIKLATSAR untuk angkatan ke V yaitu pada bulan Maret 2019 dengan jumlah anggota 3 orang. DIKLATSAR dilakukan dan di bantu oleh sedikit MAPALA lain karena kendala kurangnya anggota aktif. Dan yang menjadi instruktur nya adalah tetua-tetua HIMAPALA.
6.        MAPALA UNIVERSITAS MEDAN AREA (UMA)
            MAPALA UMA merupakan MAPALA di Sumatera Utara di Kota Medan tepatnya di Jl. Kolam No 1 Medan Estate Pancing. MAPALA UMA merupakan MAPALA yang berdiri dibawah naungan Universitas Medan Area (UMA). MAPALA UMA berdiri pada tahun 1998. MAPALA UMA saat ini untuk periode 2018/2019 diketuai oleh Abangda Guru Maratawan aka Cekgu. Selamat buat abangda dan semoga amanah serta bertanggung jawab dengan tugas yang di emban.
            MAPALA UMA sudah melakukan DIKLATSAR untuk calon Anggota Muda MAPALA UMA angkatan  XXII (22) yaitu pada bulan Oktober 2018 dengan nama angkatan KARTALA MERU. Program Kerja terdekat dan terbesar MAPALA UMA yaitu pembenahan rumah baca. Tetap semangat dan LESTARI!
7.        MAPASTA UINSU
            MAPASTA UINSU merupakan salah satu MAPALA di Kota Medan dibawah naungan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara yang berlokasi tepatnya di Jl. Willem Iskandar pasar V Medan Estate.
            MAPASTA UINSU telah berdiri sejak tahun 1996 yang berarti saat ini MAPASTA UINSU telah bergerak hampir 23 tahun dalam keorganisasian. MAPASTA UINSU telah melakukan DIKLATSAR untuk calon Anggota Muda MAPASTA angkatan ke XXII (22) yaitu pada bulan Januari 2019.
            MAPASTA UINSU saat ini di ketuai oleh abangda Teki. MAPASTA UINSU memilik 7 divisi yaitu divisi mounteneering, divisi rock climbing, divisi rafting, divisi caving, divisi diving, divisi SAR (Search and Rescue), dan divisi konservasi. Semangat buat MAPASTA dan SALAM LESTARI
    
8.        GEMAPALA FIB UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
            GEMAPALA adalah salah satu MAPALA yang merupakan MAPALA yang terletak di kawasan USU yang berdiri khusus untuk menaungi mahasiswa-mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya USU. GEMAPALA merupakan singkatan dari Generasi Muda Mahasiswa Pecinta Alam). GEMAPALA berdiri sejak tanggal 10 November 1993 dan pernah vakum beberapa saat namun aktif kembali.
            GEMAPALA FIB USU saat ini diketuai oleh abangda Ido Panukkunan Sinaga (Jables) dalam periode 2018/2019. GEMAPALA FIB USU saat ini telah melakukan DIKLATSAR angkatan ke XXIV (24) dengan nama angkatan “Angkatan Pribumi”. Angkatan ke XXIV ini terdiri dari 9 orang dimana ada 3 perempuan-perempuan tangguh dan 6 lelaki-lelaki perkasa. DIKLATSAR ini
dilakukan pada bulan Desember 2018. Sekian tentang GEMAPALA. LESTARI!!
9.        KOMAPAL UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI
            KOMAPAL UNPAB adalah salah satu MAPALA di daerah Provinsi Sumatera Utara tepatnya terletak di Kota Medan. KOMAPAL adalah MAPALA yang berada di bawah naungan Universitas Pembangunan Panca Budi gedung G105 Jend. Gatot Subroto KM 4,5. KOMAPAL berdiri sejak tanggal 23 Desember 1980 atau lebih tepatnya saat ini KOMAPAL telah berusia 38 tahun. KOMAPAL merupakan singkatan dari Korps Mahasiswa Pecinta Alam.
            KOMAPAL memiliki program rutin yaitu Program Pendidikan Dasar (DIKSAR), Pelatihan Pemantapan, Penghijauan, dan Pengabdian Masyarakat. KOMAPAL telah melaksanakan DIKLATSAR untuk calon Anggota Muda KOMAPAL yaitu angkatan ke XXXII (32) pada tanggal 14-20 Oktober 2018 yang diadakan di Desa Derek, Dusun Ujung Deleng, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. KOMAPAL saat ini diketuai oleh abangda Kucuk.
10.    GRANEX STIKES
            GRANEX adalah salah satu MAPALA yang terletak di kota Medan yang merupakan MAPALA di bawah naungan kampus STIKES yang berlokasi di daerah Pancing. GRANEX merupakan singkatan dari Generation Explorer. GRANEX sudah berdiri sejak tanggal 3 Mei 2013 dengan pendirinya adalah abangda Sopal. Untuk saat ini, GRANEX diketuai oleh abangda Camat dalam periode kepengurusan 2018/2019. Divisi di Granex ada 3 yaitu Mountaineering, Rock Climbing dan konservasi. Sekian dari GRANEX. SALAM LESTARI!
11.    MAHATALA NOMENSEN
            MAHATALA Nomensen (Mahasiswa Pencinta Alam Universitas HKBP Nomensen) merupakan sebuah unit kegiatan mahasiswa yang  menampung minat dan bakat mahasiswa yang gemar akan alam bebas. Mahatala-Nomensen Berdiri pada tanggal 28 Juli 1992, yang didirikan oleh 31 orang mahasiswa yang dilatar belakangi oleh kesadaran akan ancaman ekologi yang dapat membinasakan umat manusia akibat kerusakan alam dan lingkungan.
            Di tahun 2019 ini Mahatala-Nomensen sudah memiliki 25 angkatan, dengan angkatan ke-25 beranggotakan 16 orang yang terdiri dari 10 perempuan dan 6 laki-laki dengan nama angkatan “SIMBARA HUJAN”.
            Saat ini Mahatala-Nomensen memiliki 5 divisi, yaitu:
·      Pendidikan dan latihan
·      Seminar dan penambahan wawasan
·      Peralatan dan pendanaan
·      Olahraga alam bebas
·      Rumah tangga
Untuk dapat menjadikan calon anggota menjadi anggota biasa, yaitu:
·      Internal dan Eksternal
·      DIKLATSAR
·      Tes Kemampuan Dasar (TKD)
·      Seminar
    
12.    BIOPALAS BIOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA (USU)
            Biopalas adalah singkatan dari Biologi Pencita Alam dan Studi Lingkungan Hidup, yang merupakan unit kegiatan mahasiswa di Departemen Biologi FMIPA USU.  Biopalas merupakan suatu wadah yang menampung minat dan bakat mahasiswa yang mempunyai dasar sebagai pencinta alam dan berkecimpung di bidang lingkungan hidup.
Biopalas berdiri pada 15 Desember 1998 atas dasar prakarsa mahasiswa biologi  FMIPA USU yamg memiliki minat khusus dalam aksi mencintai alam. Saat ini Biopalas memiliki beberapa divisi , yaitu:
1. Diklat
2. Fauna
3. Flora
4. Nadar
5. Perairan
6. SAR
7. Mountenering
            Berbeda dengan kebanyakan mapala, biopalas sangat minim pengetahuan seputar kegiatan olahraga alam namun mereka unggul dalam eksplorasi dan pengumpulan data dari alam. Sekian tentang BIOPALAS dan LESTARI!!
13.    GMPA INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN (ITM)
            GMPA (Gema Mahasiswa Pencinta Alam) berdiri pada 15 oktober 1991 dibawah naungan Institut Teknologi Medan Sumatera Utara. Kini GMPA memiliki beberapa divisi dan bidang, yaitu :
Divisi:
·      Gunung hutan
·      Panjat tebing
·      Susur gua dan susur pantai
·      Diving
·      Arung jeram
Bidang: Lingkungan hidup, Kemanusiaan dan Keilmuan (konsevasi, survival, sosial, dan pendidikan).
14.    LAMPALIN UPMI
LAMPALIN UPMI adalah salah satu MAPALA yang berlokasi di wilayah Provinsi Sumatera Utara kota Medan. LAMPALIN adalah MAPALA yang berdiri di bawah naungan Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) yang terletak di Jl. Balai Desa Pasar 12 Marindal II Amplas. LAMPALIN merupakan singkatan dari Langkah dari Pecinta Alam dan Lingkungan.
LAMPALIN telah berdiri sejak tahun 2007 yang berarti saat ini LAMPALIN telah berusia 12 tahun. LAMPALIN saat ini di ketuai oleh kakanda Robbiana Gorat aka Sopat selama periode kepemimpinan 2018/2019. Selamat buat kakaknda dan semoga amanah dijalankan dengan baik dan tetap Berjaya. DIKLATSAR calon anggota muda LAMPALIN untuk angkatan ke XII (12) telah dilaksanakan pada bulan Desember 2018) dengan jumlah Anggota Muda 10 orang. Selamat buat saudara yang telah mengambil langkah benar. Semangat.
15.    GENETIKA FAKULTAS PERTANIAN UISU
GENETIKA adalah MAPALA yang terletak di kota Medan Provinsi Sumatera Utara. GENETIKA berdiri sebagai salah satu UKM dibawah naungan Universitas Islam Sumatera Utara yang terkhusus sebagai wadah organisasi bagi mahasiswa yang berasal dari Fakultas Pertanian UISU. GENETIKA didirikan oleh mahasiswa fakultas pertanian pada tanggal 12 Januari 1978.
Saat ini untuk periode kepengurusan 2018-2019, GENETIKA diketuai oleh abangda Adi Suherman Limbong dan Wakil Ketua Umumnya adalah Kurnia Rahman Rambe. DIKLATSAR untuk calon Anggota Muda GENETIKA yaitu angkatan ke XXIX (29) pada bulan November 2018 dengan jumlah anggota muda sebanyak 5 orang dimana 2 laki-laki dan 3 perempuan. Adapun spesialisasi pada GENETIKA adalah sebagai berikut:
·      Mountaineering
·      Navigasi
·      Caving
·      Rock Climbing
·      Orad (Arung jeram)
·      Survival

16.    KOMPAS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
            Kompas merupakan salah satu MAPALA di Kota Medan dibawah naungan Universitas Sumatera Utara yang berlokasi di Jl. Alumni No. 2, Kampus USU, Padang Bulan, Medan. Saat ini Kompas USU sedang mengadakan MOA (Masa Orientasi Anggota). KOMPAS USU merupakan singkatan dari Korps Mahasiswa Pecinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup. KOMPAS USU telah berdiri sejak 6 Oktober 1980. KOMPAS USU merupakan organisasi mapala tertua di Kota Medan. Angkatan pertama Kompas di-DIKLATSAR oleh anggota KOPASUS. Organisasi ini memiliki tujuan yaitu “membina insan akademis yang sadar, mampu dan bertanggung jawab dalam melestarikan alam sebagai lingkungan hidup yang sehat”. Organisasi ini memiliki 4 divisi diantaranya hutan gunung, susur gua, arung jeram dan panjat tebing.
            KOMPAS USU tidak mengggunakan nama lapangan juga tidak menggunakan istilah Anggota Muda. Kompas mengadakan pendidikan latihan dasar kurang lebih selama 6 bulan, dimana setiap kegiatannya diadakan hampir sebulan sekali, dan calon anggota wajib mengikuti. Setelah selayar Kompas dikalungkan dipundak calon anggota maka sejak itulah mereka sah menjadi Anggota Biasa KOMPAS USU. Sekian tentang KOMPAS dan LESTARI!
17.    PARINTAL FP UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Putera-Puteri Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup Fakultas Pertanian USU (PARINTAL FP-USU) dibentuk pada 27 Juni 1992 oleh beberapa mahasiswa Fakultas Pertanian. Ketua Umum Parintal saat ini abangda Erlangga.
Bapak Pembina organisasi ini adalah Pak Luhut Sihombing yang merupakan pembantu dekan 3 di Fakultas Pertanian dan juga beberapa dosennya seperti Pak Yusak Mariunianta dan Pak Paris. Dalam organisasi ini terdapat 8 divisi, yaitu:
·      Tali Temali (panjat)
·      Mountenering
·      Susur Gua
·      Susur Pantai
·      Navigasi Darat (Nadar)
·      Sosialisasi Pedesaan (Sosped)
·      Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD)
·      Jurnalistik
18.    GASI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MEDAN AREA
GASI adalah salah satu MAPALA sekota Medan Provinsi Sumatera Utara yang terletak di Jl. Kolam no. 1 Medan Estate. GASI merupakan salah satu MAPALA di bawah naungan Universitas Medan Area (UMA) yang dimana hanya berdiri terkhusus bagi mahasiswa Fakultas Psikologi UMA. GASI berdiri sejak tahun 1997. GASI merupakan singkatan dari Gemar Alam Psikologi. DIKLATSAR bagi calon Anggota Muda Fakultas Psikologi UMA angkatan ke XXII (22) telah berlangsung sejak bulan Oktober 2018. Sekian. Lestari!!!
19.    MAPAGRATWA POLITEKNIK NEGERI MEDAN
MAPAGRATWA adalah MAPALA sekawasan USU (universitas Sumatera Utara) yang terletak di Jl. Almamater N0. 1 USU Medan. Mapagratwa merupakan singkatan dari Mahasiswa Pecinta Alam, Gunung, Rimba, Tebing, dan Satwa. MAPAGRATWA merupakan MAPALA yang berada di bawah naungan kampus Politeknik Negeri Medan (POLMED). MAPAGRATWA berdiri sejak 16 April 1993. Didalam symbol MAPAGRATWA terdapat tulisan MPG 493 yang berarti MPG merupakan singkatan dari MAPAGRATWA dan 493 memiliki filosofo bahwa jika semua bilangan tersebut dijumlah berarti 16 yang artinya tanggal MPG terbentuk, 4 berarti bulan 4 (April) yaitu bulan lahirnya MPG dan 93 yang berarti MPG terbentuk sejak tahun 1993.
DIKLATSAR calon anggota muda MAPAGRATWA angkatan ke XXVII (27) telah dilaksanakan sejak  tanggal 30 November sampai 2 Desember 2018 di Ujung Deleng, Sibolangit. Anggota Muda MAPAGRATWA yang baru terdiri atas 13 anggota. Untuk dapat menjadi anggota biasa maka anggota muda harus melewati  tahap presentasi, makalah divisi, perencanaan perjalanan dan melakukan perjalanan mendaki 3 pilar dengan metode survive. Sekian. LESTARI!
20.    PASCAL PU (UNIVERSITAS POTENSI UTAMA)
PASCAL adalah salah satu MAPALA se kota Medan Provinsi Sumatera Utara yang terletak di Jl. Kl Yos Sudarso KM 6,5 Tanjung Mulia. PASCAL merupakan MAPALA dibawah naungan Universitas Potensi Utama. PASCAL adalah Persatuan Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan. PASCAL berdiri sejak tanggal 22 Oktober 2006.
DIKLATSAR calon anggota muda angkatan ke XIII (13) PASCAL telah dilaksanakan pada bulan November 2018 dengan jumlah anggota 9 orang dengan jumlah laki-laki sebanyak 6 orang dan perempuan sebanyak 3 orang. Dalam PASCAL terdapat beberapa divisi yaitu:
·      Panjat Tebing
·      Hutan Gunung
·      Arung Jeram
·      SAR
·      Konservasi
·      Bakti Sosial
·      Keorganisasian-Penelitian
·      Susur Gua
21.    GEMPAHR FT UNIVERSITAS HARAPAN (UNHAR)
GEMPAHR adalah salah satu MAPALA yang terletak di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara. GEMPAHR berlokasi di Jl. H. M. Joni no. 54 Medan. GEMPAHR memiliki kepanjangan yaitu Generasi Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Teknik Universitas Harapan. GEMPAHR berdiri pada tanggal 8 Mei 2000 dengan pendirinya lebih dari 10 orang dari jurusan yang berbeda-beda. DIKLATSAR calon Anggota Muda GEMPAHR angkatan ke XVIII (18) pada bulan Februari 2019. Sekian tentang GEMPAHR. LESTARI!

22.    HIMPA UMN AL_WASHLIYAH
HIMPA adalah salah satu mapala di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara. HIMPA merupakan singkatan dari Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam. HIMPA adalah MAPALA di bawah naungan kampus UMN Al-Washliyah. HIMPA berdiri sejak tanggal 10 Juni 2001. Yang berarti bahwa HIMPA sudah berusia hamper 18 tahun. Saat ini HIMPA di ketuai oleh abangda Rahmad Hidayat dengan nama Rimba Kunjang dalam periode kepengurusan 2019/2020. Selamat buat abangda Rimba Kunjang semoga amanah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. DIKLATSAR untuk calon Anggota Muda HIMPA angkatan ke XIX (19) telah dilaksanakan pada bulan Maret 2019. Demikian informasi tentang HIMPA UMN-AW tetap semangat dan SALAM LESTARI!
23.    MATRIPALA STMIK TRIGUNA DHARMA
MATRIPALA adalah salah satu MAPALA yang terletak di kota Medan provinsi Sumatera Utara. MATRIPALA merupakan singkatan dari Mahasiswa Triguna Dharma Pecinta Alam. Sesuai dengan nama MAPALA nya MATRIPALA merupakan MAPALA di bawah naungan Kampus STMIK Triguna Dharma. MATRIPALA lebih spesifiknya terletak di Jl. A. H. Nasution No. 73 Medan Johor. MATRIPALA berdiri sejak tanggal 22 November 2005. DIKLATSAR calon Anggota Muda MATRIPALA telah dilaksanakan pada bulan Desember 2018 yaitu angkatan ke IX (9) MATRIPALA. Divisi dalam MATRIPALA ada 6 yaitu divisi konservasi, SAR (Search and rescue), Mountaineering, rock climbing, caving (susur gua), dan Rafting (arung jeram). Demikian informasi singkat tentang Matripala. Lestarii!!

24.    MAPALA UNIVERSITAS DHARMA AGUNG (UDA)
MAPALA UDA yang berlokasi di Jl. Pardede, Medan, Sumatera Utara, sudah berdiri sejak tanggal 15 Desember 1989, jadi MAPALA ini sudah 30 tahun menjadi organisasi yang bernaung di bawah Universitas Dharma Agung.
MAPALA UDA sekarang memiliki Badan Pengurus Harian (BPH) untuk periode kepengurusan 2018/2019 yaitu:
·      Ketua : Abangda Leberto Situmorang dengan
·      Sekertaris : Kakanda Meswinda Purba
·      Bendahara : Abangda Fendi Tarigan
Pada bulan Desember tahun 2018 DIKLATSAR calon Anggota Muda MAPALA UDA dilaksanakan dan mereka baru saja melahirkan 2 anggota baru yang tangguh yang keduanya adalah perempuan. Anggota baru tersebut adalah angkatan ke 25 mereka.
Mereka orang yang baik, ramah dan dengan memiliki selera humor yang tinggi. Agenda terdekat mereka adalah open recruitmen yang akan di adakan pada awal bulan Juli mendatang.

25.    L&C RINDALA UNIVERSITAS METHODIST INDONESIA
RINDALA merupakan salah satu MAPALA di kota Medan yang berlokasi di Kampus II Universitas Methodist Indonesia tepat di belakang Fakultas Kedokteran yang berada di Jl. Setia Budi Pasar II Tanjung Sari, Medan, Indonsia. L&C RINDALA berdiri sejak tgl 7 Juni 2000 yang berarti bahwa RINDALA sudah berjalan kurang dari 19 Tahun dalam keorganisasian MAPALA. L&C RINDALA sendiri baru melantik anggota mudanya angkatan ke XVII (17) yakni pada tgl 17 Desember 2018. Adapun divisi yang saat ini sedang berjalan di Rindala ada 5 yaitu:
·      Arung Jeram
·      Konservasi
·      Caving
·      Mountaineering
·      Rock Climbing

26.    GEMPAL STMIK&AMIK LOGIKA
            GEMPAL merupakan salah satu MAPALA di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara yang berada dibawah naungan STMIK&AMIK LOGIKA yang berlokasi tepatnya di Jl. KL Yos Sudarso no.374 Pulo Brayan, Medan Baru.
            GEMPAL telah berdiri sejak tahun 2013 yang berarti saat ini GEMPAL telah bergerak sekitar 6 tahun dalam keorganisasiannya. GEMPAL telah melakukan DIKLATSAR untuk calon Anggota Muda GEMPAL angkatan ke V (5) yaitu pada tanggal 7-11 November 2018 dan syukuran Anggota Muda telah dilakukan pada bulan Januari 2019 lalu.
27.    MAPALA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN (UNIMED)
            MAPALA UNIMED atau sering disingkat MUM adalah salah satu MAPALA di kota Medan Provinsi Sumatera Utara yang berdiri di bawah naungan Universitas Negeri Medan yang sekretnya tepatnya terletak di daerah Pancing Medan Estate. MAPALA UNIMED telah didirikan sejak tanggal  3 Desember 1990 dengan nama GEMIPA dan kemudian di sahkan dan di resmikan pada tanggal 21 Oktober 1991dan berdasarkan beberapa keadaan tertentu maka 21 Oktober 1991 disahkan sebagai hari lahirnya MAPALA UNIMED. Kegiatan Orientasi Dasar untuk calon anggota MAPALA UNIMED telah dilakukan pada tanggal 13 April 2019 yang melahirkan ke XXVI (26) MAPALA UNIMED.
Adapun kepengurusan MAPALA UNIMED untuk periode 2018/2019 ialah sebagai berikut:
·      Ketua Umum : Reynaldi Parhusip aka Mupon
·      Sekretaris Umum : Winda Anggraeni aka Kalhay
·      Bendahara Umum : Sarah Solafide aka Pegesede
·      Wakil Bendahara Umum : Robin Tambunan aka Susufi
·      Kepala Divisi Humas : Lailatul Husna aka Jenggi
·      Sekretaris Divisi Humas : Putri Herani aka Atir
·      Kepala Divisi Logistik : Karimul Aulia aka Lehmod
·      Sekretaris Logistik : Nurul Mulkan aka Eisda
·      Kepala Divisi Konservasi : Ririn A Tambunan aka Instogram
·      Sekretaris Divisi Konservasi : Pinda Barus aka Kemayau
·      Kepala Divisi PAB dan SAR : Kristo El Sitohang aka Syawil
·      Sekretaris Divisi PAB dan SAR : Eko Karosekali aka Wattap
·      Kepala Divisi DIKLAT : Agustin Hutajulu aka Broze
·      Sekretaris Divisi DIKLAT : Nerpi Tambunan aka Matlap
·      Kepala Divisi Komite Instruktur : Merika Sianturi aka Tongbes
28.    NATURAL JUSTICE (NJ) HUKUM USU
            NATURAL JUSTICE (NJ) adalah salah satu MAPALA di Kota Medan yang berlokasi di area Universitas Sumatera Utara di Jl. Universitas no 4 Medan.. NATURAL JUSTICE (NJ) berdiri khusus menaungi mahasiswa-mahasiswi dari fakultas hukum USU didirikan oleh Leonard H. M. Marpaung, S. H. NATURAL JUSTICE telah berdiri sejak 28 April 2010. NATURAL JUSTICE memiliki beberapa bidang yaitu:
·      Olahraga alam bebas
·      Humas
·      Peningkatan wawasan serta studi lingkungan hidup
·      Pendidikan dan pelatihan
·      Peralatan dan perlengkapan
            DIKLATSAR untuk calon anggota muda NATURAL JUSTICE yaitu angkatan ke V (5) telah dilaksanakan pada 13 sampai 16 Desember 2018 dengan jalur Sibolangit - Simpulan Angin – Sibayak dengan jumlah anggota 1 orang yaitu saudara Dijak. Sekian info tentang NJ. Salam lestari!
29.    HIMALAYA UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA (UISU)
     HIMALAYA UISU adalah salah satu MAPALA yang berdiri di kota Medan Provinsi Sumatera Utara. HIMALAYA UISU telah berdiri sejak tanggal 14 September 1992 yang berarti bahwa HIMALAYA UISU telah berusia hampir 27 tahun. Sesuai dengan namanya bahwa HIMALAYA adalah organisasi dibawah naungan Universitas Islam Sumatera Utara.  DIKLATSAR calon Anggota Muda HIMALAYA UISU telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 dengan angkatan yang ke XXVI (26) dimana syukurannya telah dilaksanakan pada 9 November 2018. Nama angkatan Anggota Muda HIMALAYA UISU yang baru adalah “PORTA DELLA GIUNGLA” dimana maknanya diambil dari bahasa Itali yaitu “pintu rimba” dengan jumlah anggota 11 orang.
            Dalam HIMALAYA UISI terdapat beberapa divisi yaitu:
·      Gunung hutan
·      Panjat tebing
·      Arung jeram
·      Susur gua
·      Konservasi sumber daya alam
30.    GEMPITA UNIKA SANTO THOMAS
GEMPITA ( Gema Pecinta Alam ) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tertua yang ada di Universitas Katolik Santo Thomas Medan yang berperan sebagai wadah penampung dan penyaluran hobi, minat dan bakat mahasiswa/i dibidang kepecintaalaman. Gempita tepat berdiri pada tanggal  24 Mei 1990 dibawah naungan Fakultas Pertanian. Adapun pendiri adalah Yohannes, Rismawaty Bangun dan Alexander Oktarena Purba. Setelah berjalannya waktu pembinaan dan kegiatan yang bermanfaat di berikan oleh Gempita, maka pada tahun 1992 Gempita diberikan kepercayaan mengelola pada tingkat Universitas.
            Sekretariat Gempita berada didalam lingkungan kampus yang ada disamping perpustakaan berhadapan dengan UKM Taekwondo. Struktur BPH saat ini periode tahun 2018/2019 :
·      Ketua : Winda
·      Sekertaris dan Bendahara : Wirayana Sipayung
Keanggotaan Gempita adalah diisi oleh mahasiswa Unika dengan sukarela mengajukan permohonan secara tertulis untuk menjadi anggota serta memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam Anggaran Rumah Tangga. Anggota Gempita terdiri dari :
·      Anggota Muda  adalah mahasiswa Unika yang telah mengajukan permohonan dan telah lulus mengikuti pendidikan dasar.
·      Anggota Biasa adalah AM yang telah lulus mengikuti pendidikan lanjutan dan masa bakti sekurang-kurangnya 6 bulan menurut ketentuan pengurus.
·      Anggota Luar Biasa adalah AM dan AB yang telah melepas status mahasiswanya dari Unika
·      Anggota Kehormatan adalah orang-orang yang bukan merupakan anggota Gempita dan berjasa dan disahkan oleh BPH melalui Rapat Pleno Anggota.
Kegiatan divisi-divisi Gempita ada 5, yaitu : Hutan Gunung (Hiking), Panjat Tebing (Climbing), Arung Jeram (Rafting), Telusur Gua (Caving) dan selain dari divisi tersebut, Gempita juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan Konservasi/Penghijauan dan kegiatan sosial lainnya. Dalam prestasi dibidang :
·      Divisi Hutan Gunung yang sudah terlaksana Ekspedisi 7 Puncak Barat Sumatera, Ekspedisi Jawa Bali Lombok, dan ekspedisi gunung dalam skala kecil.
·      Divisi Panjat Tebing yaitu kompetisi Panjat Tebing Balige tahun 200, pernah meraih emas dalam dunia panjat tebing dalam PON XV / 2000 di Jawa Timur dan anggota Gempita mengikuti sejkolah panjat tebing.
·      Divisi Arum Jeram telah mengikuti Kejuaraan Daerah sungai Wampu, Asahan White Water Festival dan Juara Harapan III pada tahun 2015 di Kadispor SUMUT.
·      Divisi Telusur Gua, kebanyakan kegiatan dilaksanakan antara lain, di Gua Patu Rizal, Pintu Angin dan Katak Kecamatan Bahorok Langkat.
·      Konsevasi atau Penghijauan, menjadi juara 2 tingkat KPA dalam Kader Konservasi tahun 1995, juara 3 dalam tingkat KPA pada Pekan Penghijauan dan Konservasi SDA Provisi Sumut tahun 1997, juara 1 dalam tingkat KPA pada Pekan Penghijauan dan Konservasi SDA Provisi Sumut tahun 2005. Dan pelaksaan Aksi Bersih
Gempita telah melahirkan Angkatan baru tahun  2019 pada bulan Januari dengan nama Angkatan Rindu Matahari sebagai Angkatan ke 29. Terdiri dari 5 orang yaitu :
·      Andre Purba           ( AMFIBI )
·      Devita Girsang       ( BATU )
·      Iin Saragih             ( CETAR )
·      Kevin Torong         ( KOALA )
·      Sebri Manik            ( API )
Pendidikan dasar terlaksana pada bulan Januari di Rumah Pohon Bandar Baru. Dan agenda besar terdekat adalah pembutan rumah kaca di daerah Samosir pada bulan Juni dalam pelaksaan kegiatan Konservasi dan Penghijauan.