Lestarii

Selasa, 08 Agustus 2017

Ekspedisi Sekret Rindala- UMI




Rindala merupakan organisasi kepencintaalaman di Universitas Methodist Indonesia. Rindala berdiri sejak tahun 2000, dan didirikan oleh 6 orang pendiri.  Sampai saat ini telah terhitung sudah berjumlah 15 angkatan, dengan anggota aktif sekarang sebanyak 17 orang.
Rindala mempunyai 4 departemen diantaranya antara lain:

  1. Lingkungan Hidup
  2. Sumberdaya Manusia
  3. Humas 
  4. Kesekretariatan

Anggota muda berhak memilih departemen apa yang akan didalami setelah menjadi Anggota biasa, adapun syarat untuk menjadi Anggota Biasa ialah membawakan materi tentang departemen yang akan diminati ke luar. Sekret Rindala kini berada di Kampus Kedokteran UMI, sebelumnya sekret Rindala berada di Kampus Pertanian UMI yang berada di Jalan Harmonika Baru.
Seperti yang kita ketahui setiap organisasi memiliki Badan Pengurus Harian, adapun Badan Pengurus Harian Inti dari Rindala ialah terdiri dari Ketua yaitu Hendra Sianipar dan Sekretaris Gerson Julio Tambunan.
Kegiatan terdekat yang akan diadakan oleh Rindala ialah Pengangkatan Anggota Biasa. Dalam ekspedisi ini juga kami bertanya tentang berita yang mengejutkan sekitar sebulan yang lalu dimana hilangnya turis jerman bernama Wolter Klaus, dalam berita itu Wolter ditemukan oleh anggota  5 Mapala Rindala yaitu Hendra Sianipar, Judika Harianja, Pratama Sihombing, Karisma Purba dan Hermawan Bangun. Dimana bang Judika Harianja menceritakan kronologis mereka menemui jasad turis yang hilang tersebut dengan tidak sengaja.

Ekspedisi Sekret Gempahr



Pada hari Sabtu tanggal 15 Juli 2017 kami (Rimbapala Getar Bumi) melakukan ekspedisi ke sekretariat Gempahr yang berlokasi di Jl. H. M. Joni No. 70C, Teladan baru, kota Medan, Sumatera Utara. Sekret mereka berada diatas ruangan BEM. Awalnya pintu sekret ditutup yang menandakan tidak ada orang ditempat tersebut, hal ini dikarenakan perkuliahan yang sudah berakhir. Lalu kami pergi sebentar mencari angin sambil membunuh waktu. Setelah dirasa cukup untuk menunggu, kami kembali lagi ke sekret Gempahr untuk memastikan ekspedisi hari ini. Ternyata pintu sekret telah dibuka. Lalu kami pun memulai ekspedisi.
            Sesampainya kami hanya bertemu dengan seorang kakak yang telah menjadi ALB. Ruangan sangat sepi. Yang meramekan hanyalah sebuah televisi. Lalu kami memulai perbincangan dan mengetahui sedikit informasi tentang Gempahr. Yang kemudian datanglah salah seorang pendiri. Here we are.

Gempahr (Generasi Mahasiswa Pecinta Alam Harapan) merupakan sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa di kampus Sekolah Tinggi Teknik (STT) Harapan Medan. Gempahr berdiri pada tanggal 08 Mei 2000. Pendiri organisasi ini terdiri dari 10 orang yang  berbeda-beda jurusan. Sebelum Gempahr ini sudah ada terdapat komunitas pecinta alam di kampus ini sehingga sempat terjadi perang dingin di antara mereka. Akan tetapi hanya Gempahr lah yang bertahan karena telah dilegalitaskan oleh kampus berkat membantu kegiatan-kegiatan di kampus seperti pelaksanaan pembentukan BEM pada awalnya. Meski sempat diragukan, tapi mereka membuktikan.

Untuk kepengurusan sama seperti kita, ada bph dan Mpr tetapi disebut sebagai penasihat. Sekarang Gempahr telah memasuki angkatan ke-16. Usia yang tidak terbilang muda lagi. Gempahr menurut kami berdasarkan pernyataan beliau, lebih terfokus kepada intern mereka. Karena anggota aktifnya tergolong sedikit. Tidak sampai 10 orang. Tetapi banyak hal yang dapat diambil dari mereka.
Setelah melakukan diksar, am diberi waktu bebas selama seminggu tetapi dengan catatan tetap datang ke sekret. Setelah itu para senior akan mulai mengenalkan para senior-senior yang lain, bisa secara langsung dengan mengadakan bakar-bakar ataupun melalui media sosial dengan menggunakan video call untuk mengetahui wajah seniornya yang lain dan mengenalkan ruangan sekret agar mengetahui letak dan posisi barang-barang yang ada di sekret supaya lebih dekat dan mengenal bagaimana kekeluargaan di gempahr.

Mereka juga ada latihan pemantapan seperti surat-menyurat, navigasi darat, gunung rimba dll. Setiap latihan pemantapan diberi tenggat waktu selama satu bulan. Contohnya surat-menyurat, akan diajarkan dalam kurun waktu tiga minggu, setelah itu akan dilakukan pengujian atau evaluasi kepada am dengan melakukan pembuatan surat yang resmi. Lalu hasilnya akan dijadikan catatan oleh bph. Karena semua latihan pemantapan tersebut dicatat hasilnya, maka pada saat pengangkatan ab, dari situlah ditentukan mana divisi yang lebih cocok untuk ditanggungjawabi oleh calon ab tersebut.
Sekian tentang Gempahr. Salam Lestari!!!

Ekspedisi Sekret Biopalas



Biopalas adalah singkatan dari Biologi Pencinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup, yang merupakan unit kegiatan mahasiswa di Departemen Biologi FMIPA USU. Biopalas merupakan suatu wadah yang menampung minat dan bakat mahasiswa yang mempunyai dasar sebagai pencinta alam dan berkecimpung di bidang studi lingkungan hidup. Anggota Biopalas sendiri pastinya berasal dari dari Mahasiswa/i Biologi FMIPA USU.
Biopalas berdiri pada 15 Desember 1998 atas prakarsa mahasiswa biologi yang memiliki minat khusus dalam penelitian sebagai aksi mencintai alam. Biopalas teah melakukan banyak survei mentok di Dairi, pengamatan burung air di Deli Serdang, penanaman bakau dan eksplorasi herpetofauna di banyak lokasi.
Dengan segudang aktivitas, pada tahun 2017 kini Biopalas dipimpin oleh Muhammad Ilham Manik sebagai ketua umum Biopalas dengan bantuan Nurbayti Nasution (Sekertaris), Jesika Manulang (Bendahara). Biopalas kini memiliki 5 divisi, yaitu:

1.      Diklat
2.      Fauna
3.      Flora
4.      Info dan Komunikasi
5.      Perairan


Berbeda dengan kebanyakan mapala, biopalas sangat minim pengetahuan seputar kegiatan olahraga alam namun mereka unggul dalam eksplorasi dan pengumpulan data dari alam karena meraka merupakan satu-satunya mapala yang menspesialisasikan diri dalam penelitian dan konservasi.
Dalam waku dekat ini biopalas akan mengadakan sebuah acara Tiger Heart pada 29 July 2017

Ekspedisi Sekret Mahatala-Nommensen



MAHATALA-NOMENSEN (Mahasiswa Pencinta Alam Universitas HKBP Nommensen) merupakan sebuah unit kegiatan mahasiwa yang menampung minat dan bakat mahasiswa yang gemar akan alam bebas. MAHATALA-NOMMENSEN berdiri pada tanggal 28 Juli 1992, yang didirikan oleh 31 orang mahasiswa yang dilatar belakangi oleh kesadaran akan ancaman ekologi yang membinasakan umat manusia akibat kerusakan alam dan lingkungan.
            Di tahun 2017 ini MAHATALA-NOMMENSEN sudah memiliki 23 angkatan, dengan angkatan ke-23 beranggotakan 19 orang, dan beranggota aktif sebanyak 40 orang. Dengan 6 divisi, MAHATALA-NOMMENSEN sekarang diurus oleh BPH (Badan Pengurus Harian) dari angkatan ke-21 dengan:
Ketua              : Godman Marvin Limbong (Acep)
Wakil Ketua    : Melinda Simangunsong (Ceko)
Sekretaris        : Listra Situmeang (Cuta)
Bendahara       : Novita Napitupulu (Leli)

Saat ini MAHATALA-NOMMENSEN memiliki 6 divisi, dengan 2 divisi terbaru, yaitu:

1.      Pendidikan dan Latihan
2.      Peningkatan Wawasan dan Studi Lingkungan Hidup
3.      Pendanaan, Peralatan, dan Peralatan
4.      Olahraga Alam Bebas
5.      Perpusatakaan
6.      Rumah Tangga


MAHATALA-NOMMENSEN memiliki beberapa syarat dan tahap yang berikan kepada calon anggota.
SYARAT

1.      Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen
2.      Mahasiswa aktif tahun ajaran berjalan
3.      Maksimum semester 3 tahun ajaran berjalan
4.      Menyerahkan KTM, pasphoto (3x4)
5.      Mengisi dan menyerahkan formulir pedaftaran


MAHATALA-NOMMENSEN memiliki beberapa tahapan, dengan menjadikan calon anggota menjadi anggota biasa, yaitu:

1.      Internal
2.      Eksternal
3.      Diklatsar
4.      Tes Kemampuan Dasar (TKD)
5.      Seminar

Ekspedisi Sekret GMPA-ITM



GMPA (Gema Mahasiswa Pencinta Alam) berdiri pada 15 Oktober 1991 yang pada tahun 2017 kini diketua oleh abangda Yasia siregar (Juma). Kini memiliki 6 divisi dengan 4 bidang, yaitu:
Divisi:
  1. Gunung hutan
  2. Panjat tebing
  3. Susur goa
  4. Susur pantai
  5. Diving
  6. Arung jeram
Bidang:
1.      Lingkungan hidup
2.      Kemanusiaan
3.      Keilmuan (konservasi, survival, sosial pendidikan)
 

Pada tahun 1996 di puncak gunung parkison, GMPA menemukan sebuah puncak yang anggota GMPA menamakannya sebagai Puncak Sangkala yang terletak di daerah Aceh Tenggara dengan ketinggian 2828 mdpl.
Seiring berjalannya waktu, pada tahun 2012 GMPA merasa mampu menjadi tuan rumah pada acara TW-KM (Temu Wacana Kenal Medan) dengan ketentuan hanya mapala universitas saja yang boleh mengikuti acara tersebut. Dengan kata lain mapala fakultas boleh ikut namun tetap membawa nama mapala universitas.